Telah
usai pembelajaran untuk semester 5. Ya rapot telah dibagi dan you know lah jika
nilai jelek pasti di kena marah. Apalagi orang tua ku yang mematok kepintaran
hanya pada ranking 10 besar. Kenapa gitu orang tua masih mematok ukuran
kepintaran seseorang dari ranking mereka disekolah. Resah aku. Gak semua yang
ranking 1 tuh bisa sukses. Kenapa gitu?. Ya gak tau juga.
Gini
loh nih aku nih udah belajar dari jam 7 sampe jam 4 sore terus les, disaat ku
ingin refresing disuruh belajar. Terus aku daritadi tuh ngapain main gaplek. Ku
rasa orang tua rubahlah mindset kalian. Gak semua anak tuh bisa semua
pelajaran. Di saat anak kalian ingin mencoba hal baru kalian stop kalian
matikan keinginan dia dan kalian arahkan kepada keinginan kalian. Aku juga gak nyalahin
mereka. Jangan salah sangka dulu aku hanya berargumen disini.
![]() |
| Hydrogen |
Menurut
patokan orang tua suksesnya adalah kalo anak anak mereka jadi guru dan doktor
or maybe something yang lain. Emang gak salah sih. Kedua profesi tersebut emang
udah dijamin nanti kesejahteraannya. Dan si anak ikut ikut aja karena ya mereka
gak punya mimpi yang besar. Kenapa aku berani menyampaikan argumen ini? Karena
memang saat ku tanya teman teman soal mimpi mereka terkadang bingung
menjawabnya. Dan mereka mengambil jalur aman. Mereka akan stuck pada mimpi
mereka.
Apa
yang diajarkan disekolah tuh hanya sebagian kecil. Praktek kehidupan gak
semudah itu. Kau akan dihadapkan pada banyak pilihan dan resiko dari pilihan
tersebut. Kepribadian kalian juga bisa berubah. Kalian masih bisa kayak gini
kayak gitu karena belum memasuki yang sebenarnya. Emang aku belum masuk sih.
Tulisan
ini hanya keresahan dari orang tua yang hanya menganggap pintar adalah mereka
yang pintar di bidang eksak. Dan jika selain itu mereka tidak dianggap pintar.
Setiap orang itu pintar jika kalian nilai seekor ikan dari cara mereka memanjat
pohon maka ikan itu akan terlihat bodoh selamanya.
